Langsung ke konten utama

Nisbi

Kadang, mungkin juga kerap, tanpa disadari kita lebih suka mendengarkan perkataan orang lain atau bahkan sampai mengikuti standar hidup orang lain hingga hal itu membuat kita merasa tidak nyaman pada pilihan hidup yang kita buat, pada hal-hal yang sejak awal sudah kita pilih untuk dijalani. Padahal, hidup orang lain tidak sama dengan hidup kita, and vice versa.

Hidup ini penuh dengan kenisbian. Boleh jadi yang menurut orang lain baik, tapi tidak menurut kita. Dan itu tidak apa-apa. Tidak apa-apa jika apa yang kita lakukan, yang kita bicarakan, yang kita pilih, apapun itu, berbeda dengan orang lain. Bahkan jika hal tersebut sampai menjadikan kita minoritas. Berbeda bukan berarti salah, karena sama pun belum tentu benar.

Dalam perjalanan, kita akan selalu menemui persimpangan. Untuk memilih, jelas tidak selalu mudah. Setiap pilihan memiliki resikonya masing-masing. Every choice has consequences, every stop has a reason.

Saat memulai di jalur A, lalu bertemu dengan jalan bercabang, kamu tidak harus memilih jalur A lagi untuk dilewati, kamu boleh memilih untuk meneruskan perjalanan melalui jalur B, jalur C, atau jalur yang lain. Dalam hal ini, mungkin saja kita akan sering mendengar perkataan-perkataan yang tidak perlu dari orang lain. Tidak apa-apa. Semua hal yang terjadi dalam hidup ini membutuhkan proses. Begitu juga dengan menjadi dewasa. Memilah dan memilih hal-hal yang perlu dan tidak. Fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan tenang menghadapi berbagai persoalan yang disebabkan oleh hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Meskipun pilihan kita tidak selalu tepat, tapi bukankah kita bisa belajar dari hal tersebut? Tidak apa-apa jika sesudahnya kita banyak mendengar kalimat-kalimat panjang menyakitkan yang mungkin sekilas hanya terdengar sebagai “halah!”, “kok ngono?”, “la piye to?!”, dan lain sebagainya. Orang lain hanya melihat luarnya, yang tahu bagaimana detail dari hidup yang kita jalani adalah diri kita sendiri. Kalau kata orang Jawa, “urip iku sawang-sinawang”, yang mana dalam kehidupan ini, segala hal yang terlihat belum tentu sesuai dengan apa yang terlihat, belum tentu benar begitu adanya.

Saat orang-orang hanya melihat bagian luar dan tidak mengetahui bagian dalam seperti apa ini pun juga menjadi hal yang berbeda bagi setiap orang. Banyak hal yang apabila kita pandang bersamaan, hasilnya justru tidak sama. Banyak hal relatif di dunia ini, bahkan dalam pandangan Tuhan sekalipun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana dengan...?

Bagaimana dengan kehilangan seseorang? Malam ini tidak hujan, tapi kau merasakan diguyur oleh air yang begitu deras. Hingga menghantam seluruh tulangmu dan kau merasa berhenti bernapas. Aku rasa kau tidak sedang terkena musibah seperti halnya kecelakaan, tapi kau kehilangan begitu banyak darah. Sampai-sampai wajahmu pucat dan kau kehilangan detak jantungmu dalam beberapa detik. Bagaimana dengan kehilangan seseorang? Apakah begitu menyakitkan sehingga halnya seperti kau bisa melihat dirimu sendiri sedang terbaring di ranjang dengan selang infus yang menancap dalam nadimu? Aku tidak sedang menakut-nakuti. Baru saja kau bilang seandainya kau bisa terbang, kau ingin melihat dunia ini dari kejauhan. Kau ingin melihat orang-orang yang kau sayangi berbahagia dan sehat selalu. Tapi sayangnya keinginanmu belum terwujud. Hari ini begitu banyak air mata yang kau keluarkan. Begitu pula keringat, entah aku salah lihat atau tidak. Sesuatu baru saja direnggut darimu. Kau tampak terduduk lemas di ...

Mengingat Kegagalan

Adakah manusia yang tidak pernah mengalami kegagalan? Jika ada, maka orang tersebut mungkin menjadi orang yang paling beruntung dari sekian banyak orang beruntung di dunia Mengingat kegagalan? Ya, kegagalan sendiri sebenarnya tidak atau pun perlu dilupakan tergantung keinginan orang yang mengalaminya. Boleh saja melupakan kegagalan, tapi mungkin tidak untuk perjuangan sebelum itu. Boleh juga mengingat kegagalan, justru melakukannya bisa jadi sebuah motivasi, namun bisa jadi tidak bagi sebagian orang Kegagalan mungkin tidak terdengar cukup baik bagi sebagian telinga orang-orang, mungkin mereka lebih suka menyebutnya kesuksesan yang tertunda, belum beruntung, atau mungkin masih banyak lagi ungkapan penggantinya yang terdengar lebih baik Tiba-tiba saja memang, aku menulis ini karena aku ingin berbagi sedikit cerita mengenai beberapa kegagalanku dalam menggeluti dunia Karate—khususnya saat mengikuti banyak kejuaraan. Ambil saja hal yang positif, tapi jika ingin mengambil hal ya...