Langsung ke konten utama

Dua Hal

Minta maaf, tidak pernah semudah dan seentheng yang kita kira. Butuh keberanian tingkat tinggi. Tapi kita selalu bisa melakukannya dengan tulus jika kita benar–benar melibatkan hati dan pikiran yang terbuka.

Sedangkan memaafkan, juga tidak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kelapangan hati yang seluas samudra. Tapi kita selalu bisa melakukannya dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih—bahwa setiap kesalahan berhak mendapatkan pengampunan. Dan untuk urusan balasan dari itu semua, kita tidak perlu merepotkan diri untuk memikirkannya. Setiap balasan dari setiap perbuatan adalah hak mutlak Tuhan. Entah akan baik atau buruk balasan yang diberikan, itu semua sesuai dengan apa yang kita lakukan.

Bukankah Tuhan Maha Adil? Dia tahu apa yang harus Dia lakukan. Biarlah Tuhan bekerja dengan segala kemurahan hatinya. Karena tidak pernah terlalu dini untuk menyadari segala sesuatu adalah berkat kehendak dan keputusan–Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana dengan...?

Bagaimana dengan kehilangan seseorang? Malam ini tidak hujan, tapi kau merasakan diguyur oleh air yang begitu deras. Hingga menghantam seluruh tulangmu dan kau merasa berhenti bernapas. Aku rasa kau tidak sedang terkena musibah seperti halnya kecelakaan, tapi kau kehilangan begitu banyak darah. Sampai-sampai wajahmu pucat dan kau kehilangan detak jantungmu dalam beberapa detik. Bagaimana dengan kehilangan seseorang? Apakah begitu menyakitkan sehingga halnya seperti kau bisa melihat dirimu sendiri sedang terbaring di ranjang dengan selang infus yang menancap dalam nadimu? Aku tidak sedang menakut-nakuti. Baru saja kau bilang seandainya kau bisa terbang, kau ingin melihat dunia ini dari kejauhan. Kau ingin melihat orang-orang yang kau sayangi berbahagia dan sehat selalu. Tapi sayangnya keinginanmu belum terwujud. Hari ini begitu banyak air mata yang kau keluarkan. Begitu pula keringat, entah aku salah lihat atau tidak. Sesuatu baru saja direnggut darimu. Kau tampak terduduk lemas di ...

Mengingat Kegagalan

Adakah manusia yang tidak pernah mengalami kegagalan? Jika ada, maka orang tersebut mungkin menjadi orang yang paling beruntung dari sekian banyak orang beruntung di dunia Mengingat kegagalan? Ya, kegagalan sendiri sebenarnya tidak atau pun perlu dilupakan tergantung keinginan orang yang mengalaminya. Boleh saja melupakan kegagalan, tapi mungkin tidak untuk perjuangan sebelum itu. Boleh juga mengingat kegagalan, justru melakukannya bisa jadi sebuah motivasi, namun bisa jadi tidak bagi sebagian orang Kegagalan mungkin tidak terdengar cukup baik bagi sebagian telinga orang-orang, mungkin mereka lebih suka menyebutnya kesuksesan yang tertunda, belum beruntung, atau mungkin masih banyak lagi ungkapan penggantinya yang terdengar lebih baik Tiba-tiba saja memang, aku menulis ini karena aku ingin berbagi sedikit cerita mengenai beberapa kegagalanku dalam menggeluti dunia Karate—khususnya saat mengikuti banyak kejuaraan. Ambil saja hal yang positif, tapi jika ingin mengambil hal ya...