Langsung ke konten utama

Penolakan Itu Wajar

Segitu takutnya kita pada penolakan sehingga kita takut bahwa orang lain akan menyakiti kita, padahal sebenarnya penolakan itu wajar. Bukankah tidak semua hal di dunia ini bisa kita iyakan? Bukankah tidak semua hal di dunia ini bisa kita terima begitu saja? Bukankah tiap orang memiliki hak untuk menolak sesuatu yang kiranya tidak pantas atau tidak baik bagi diri mereka?

Kita sering mempermasalahkan penolakan orang lain terhadap diri kita, terhadap apa yang kita lakukan, apa yang kita utarakan. Padahal, diri kita sendiri juga sering melakukan penolakan

Seringkali kita tidak terima akan hal itu, tapi saat kita melakukannya, kita memaksa orang lain untuk menerimanya dengan lapang dada. Bukankah ego kita terlalu tinggi?

Kita bisa belajar kebijaksanaan apabila kita bisa menempatkan diri kita dalam posisi orang-orang yang kita benci, yang tidak kita sukai, yang kita olok-olok, yang kita rendahkan, dan banyak lagi

Tapi bukankah itu hanya omong kosong? Bukankah selama ini kita hanya mementingkan diri sendiri? Bahkan lebih jauh dari itu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana dengan...?

Bagaimana dengan kehilangan seseorang? Malam ini tidak hujan, tapi kau merasakan diguyur oleh air yang begitu deras. Hingga menghantam seluruh tulangmu dan kau merasa berhenti bernapas. Aku rasa kau tidak sedang terkena musibah seperti halnya kecelakaan, tapi kau kehilangan begitu banyak darah. Sampai-sampai wajahmu pucat dan kau kehilangan detak jantungmu dalam beberapa detik. Bagaimana dengan kehilangan seseorang? Apakah begitu menyakitkan sehingga halnya seperti kau bisa melihat dirimu sendiri sedang terbaring di ranjang dengan selang infus yang menancap dalam nadimu? Aku tidak sedang menakut-nakuti. Baru saja kau bilang seandainya kau bisa terbang, kau ingin melihat dunia ini dari kejauhan. Kau ingin melihat orang-orang yang kau sayangi berbahagia dan sehat selalu. Tapi sayangnya keinginanmu belum terwujud. Hari ini begitu banyak air mata yang kau keluarkan. Begitu pula keringat, entah aku salah lihat atau tidak. Sesuatu baru saja direnggut darimu. Kau tampak terduduk lemas di ...

Mengingat Kegagalan

Adakah manusia yang tidak pernah mengalami kegagalan? Jika ada, maka orang tersebut mungkin menjadi orang yang paling beruntung dari sekian banyak orang beruntung di dunia Mengingat kegagalan? Ya, kegagalan sendiri sebenarnya tidak atau pun perlu dilupakan tergantung keinginan orang yang mengalaminya. Boleh saja melupakan kegagalan, tapi mungkin tidak untuk perjuangan sebelum itu. Boleh juga mengingat kegagalan, justru melakukannya bisa jadi sebuah motivasi, namun bisa jadi tidak bagi sebagian orang Kegagalan mungkin tidak terdengar cukup baik bagi sebagian telinga orang-orang, mungkin mereka lebih suka menyebutnya kesuksesan yang tertunda, belum beruntung, atau mungkin masih banyak lagi ungkapan penggantinya yang terdengar lebih baik Tiba-tiba saja memang, aku menulis ini karena aku ingin berbagi sedikit cerita mengenai beberapa kegagalanku dalam menggeluti dunia Karate—khususnya saat mengikuti banyak kejuaraan. Ambil saja hal yang positif, tapi jika ingin mengambil hal ya...